ICC 2018 : M.U vs AC Milan (1-1)

International Champions Cup (ICC) 2018 di Amerika Serikat Kembali mempertemukan tim-tim yang menarik, kali ini mempertemukan tim asal liga Inggris Manchester United dengan tim Italia AC Milan. Bermain selama 90 menit, laga berjalan imbang dan harus ditentukan lewat titik putih untuk menentukan pemenangnya. Setelah melakukan penalti Manchester United berhasil mengunci kemenangan (9-8) atas Rossoneri.

Babak Pertama :
Pasukan Jose Mourinho mendapatkan peluang emas dari kaki gelandang muda mereka McTominay dari luar kotak penalti saat laga baru berjalan 3' menit namun belum bisa menembus tembok Donnaruma sebagai palang pintu terakhir.
Sebenarnya "The Reds" memiliki peluang yang bagus lewat tendangan bebas Alexis Sanchez yang berhasil melewati pagar betis Kalinic cs, namun berkat kesigapan Donnaruma akhirnya bola tidak masuk.
Momen yang ditunggu akhirnya datang pada menit 12', umpan matang Juan Mata kepada Sanchez yang lolos jebakan offside berhasil dengan mudah memasukan bola ke gawang AC Milan. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan AC Milan.
Pasukan Gattuso semakin gencar mengotak-atik pertahan Smalling cs, dan kemudian berbuah hasil pada menit ke 20 setelah 8 menit berselang dari gol Sanchez, Suso berhasil mencatatkan nama dipapan skor. Berkat umpan dari Leonardo Bonucci kepada Suso yang lolos jebakan offside skor berubah menjadi 1-1. Pertandingan berjalan apik, andai saja bukan Donnarumma yang menjadi pengawal palang pintu menit 27' pasti skor sudah berubah berkat serangan balik cepat, Sanchez melesatkan umpan kepada Ander Herrera yang berada dikotak penalti, namun tembakan gelandang berkebangsaan Spanyol tersebut berhasil diamankan Donnarumma. Pertandingan dikuasai oleh pasukan Mou, namun tak ada gol tercipta hingga pluit turun minum dibunyikan.

Babak Kedua :
Setelah pluit babak kedua dimulai Alexis Sanchez cs menebarkan serangan, menit 47' lewat sundulan kepalanya namun sayangnya masih melebar tipis disamping gawang AC Milan. Pasukan Gattuso juga tidak kalah dalam menebarkan ancaman, lewat striker muda Pactrick Cutrone namun sepakannya jauh diatas mistar gawang yang dikawal Joel Pereira.
Peluang kembali didapatkan bek sayap Manchester United Luke Shaw menit ke 62' membuat Pepe Reina kerepotan, namun ia berhasil mengalihkan arah laju bola ke samping gawangnya.
Balasan serangan kali ini datang dari Rossonerri, menit 67' Mauri bersolo run dan memberikan umpan kepada terobosan kepada Borini namun sepakannya masih diatas mistar gawang.
Teror serangan kembali dilancarkan M.U ke gawang Reina melalui pemain lini serang mereka Alexis Sanchez dan Juan Mata. Sanchez memberikan umpan kepada Mata yang berada dikotak penalti, namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diselamatkan Pepe Reina.
Rossonerri nyaris unggul menit ke 85' kali ini melalui aksi tembakan keras Borini yang tidak mampu digapai Pereira, namun hanya membentur tiang gawang. AC Milan menguasai pertandingan di menit-menit terakhir, namun skor tidak berubah (1-1) dan pemenang tetap harus ditentukan lewat adu penalti, M.U berhasil menjadi kampiun dalam pertandingan ini dengan skor penalti 9-8.

Chelsea : Cuci Gudang Skuat ala Maurizio Sarri

Chelsea Meneruskan tradisi kepelatihan kebangsaan Italia sejak beberapa musim belakangan, Maurizio Sarri dipercaya menunggangi tim asal London tersebut setelah Chelsea tampil kurang memuaskan musim lalu dibawah kepelatihan rekan senegaranya Antonio Conte.
Layaknya sebuah rumah yang perlu direnovasi, skuat the blues juga demikian. kedatangan pelatih baru bisa membuat pemain ketar-ketir bagi yang tidak masuk dalam rencananya. Untuk menunjang kinerja pelatih barunya, manajemen Chelsea sudah siap menggelontorkan dana besar. Sejauh ini Sarri telah mendatangkan Jorginho yang merupakan anak buah Sarri di Napolli.
Ada yang masuk juga ada yang keluar, bagitulah retorika sepakbola. Rencananya sang arsitek telah memasukan 8 pemain chelsea untuk di depak, simak daftar berikut ini menurut FTB90 :
Garry Cahill :
Bek Veteran Chelsea yang masih bertahan dibeberapa era kepelatihan The Blues, sementara rekannya Jhon Terry telah pergi meninggalakan Chelsea menuju West Ham musim lalu. Ia menjabat sebagai kapten tim sejak saat itu. Performanya yang kini dimakan usia tidak bisa dipungkiri, sang arsitek perlu usia yang lebih segar untuk menempati bek kanan. Ban kapten akan dipercaya kepada Caesar Azpilicueta yang lebih layak untuk memakainya jika Cahill benar-benar pergi.
Alvaro Morata :
Morata menambah daftar panjang stiker top yang gagal bersama the blues, dia tidak menunjukan kelasnya disana seperti masih berseragam Juventus dan Real Madrid. Tempo tinggi di liga inggris merupakan salah satu alasan kegagalannnya, yang sangat susah ia imbangi. Kemungkinan inilah yang membuatnya didepak musim ini.
Cesc Fabregas :
Tidak mendapatkan banyak menit bermain di era conte, membuat Fabregas kehilangan performanya. Ia juga tidak menjadi pemain kunci tim London tersebut yang lebih suka memainkan N'golo Kante di posisinya. Apalagi kedatangan Jorginho dari Napoli membuat Fabregas semakin terancam. Chelsea juga tidak keberatan jika harus kehilangan mantan pemain bercelona itu pasalnya kedatangan Jorginho merupakan hal yang sepadan sebagai penggantinya dimusim depan. Kontrak dirinya juga akan habis pada musim panas 2019, lebih baik menjualnya sekarang daripada melepasnya secara gratis.
Bakayoko :
Pembelian Chelsea untuk Bakayoko bisa dinilai gagal pasalnya tidak sedikit fans the blues harus mengerutkan kening dengan performanya yang jauh dibawah harapan. Apalagi tempat Bakayoko hampir sudah tidak ada lagi berkat kedatangan  Jorginho yang kemungkinan akan berduet dengan N'golo Kante dilini tengah. Banyak pendapat mengatakan jika Chelsea gagal menahan Ruben Loftus-Cheek dan mempertahankan Bakayoko maka itu adalah keputusan yang sangat buruk. Dibangku cadangan sebagai pelapis Kante dan Jorginho kemungkinan akan diisi oleh Drinkwater.
Pemain Muda :
Nama seperti Mario Pasalic, Kenneth Omeruo, Nathan, dan Lucas Piazon juga akan diperkirakan dibuang dari skuat chelsea musim ini. Para pemain muda tersebut bahkan tidak bisa menembus skuat utama. Dibeli dengan harga murah dan diproyeksi dipinjamkan ke klub lain untuk mendapatkan keuntungan, itulah tujuan utama pembelian tersebut, namun performa mereka seperti tidak menarik klub lain untuk meminjamkan jasa mereka.

ICC 2018 : Juventus vs Bayern Muchen (2-0)

Turnamen International Champions Cup (ICC) telah dimulai pra musim 2018/2019. Laga kali ini mempertemukan dua tim kuat antara Juventus dan Bayern Munchen. Pasca piala dunia di Rusia, kedua tim tidak dapat menurunkan skuat inti terbaiknya. Pertandingan berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat.
Dalam pertandingan pra musim tersebut Juventus berhasil mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-0 melalui Andrea Favili pada menit ke 32' dan menit ke 40'.
Walaupun kedua tim tidak menurunkan skuat terbaiknnya, laga berjalan terbuka sejak awal dan saling menyerang dengan intensitas tinggi. Beradu serang sejak awal, Juventus berhasil menempatkan bola kedalam gawang yang dikawal Sven Ulreich, kali ini gol dibuka Oleh Favili melalui asist matang Marchisio dan Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Juventus.
Delapan menit berselang, Favili kembali mencatatkan nama dipapan skor kembali setelah lolos jebakan offside lini belakang Bayern Munchen. Kemudia Favili melepaskan sepakan keras yang tak mampu dihalau Sven Ulreich Juventus Unggul 2-0.
Hingga babak pertama usai tidak ada gol yang tercipta, Skor 2-0 tetap bertahan.
Setelah memasuki ruang ganti jeda babak kedua, pertandingan banyak waktu terhenti karena pergantian pemain. Dalam pertandingan tur pramusim kali ini, kedua tim diberikan kebebasan untuk melalukan pergantian pemain sebanyak mungkin. Di kubu Juventus memasukan sebanyak 9 pemain pada babak kedua, sementara di kubu Bayern Munchen melakukan 7 pergantian pemain. Namun hingga pluit panjang ditiup, skor tetap bertahan 2-0 untuk keunggulan Juventus.

Bayern Munchen :
Sven Ulreich (Ron-Thorben Hoffmann), Martínez (Alaba), Josip Stanisic (Chris Richards), Bernat (Jonathan Meier), Ryan Johansson, Marcel Zylla (Woo-Yeong Jeong), Meritan Shabani (Jonathan Meier), Paul Will (Arjen Robben), Franck Ribéry (Kingsley Coman), Serge Gnabry (Maximilian Zaiser), Sandro Wagner (Renato Sanches).
Juventus :
Mattia Perin (Carlo Pinsoglio), Chiellini (Barzagli), Daniele Rugani (Mattia Caldara), Alex Sandro, Sciglio, Marchisio (Leandro Vincentin), Miralem Pjanic (Grigoris Kastanos), Emre Can (Nicolo Fagioli), João Cancelo (Roman Macek), Andrea Favilli (Stefano Beltrame), Federico Bernardeschi (M.Pereira).

Garuda Muda Bantai Timnas Singapura U-23 (0-3)



Skuat garuda kembali mengukir prestasi di pentas internasional setelah skuat U-16 memastikan diri juara di Jepang. Kini giliran U-23 yang berjaya ketika menggelar ujicoba internasional (jeda internasional) tadi malam, di Singapura. Anak-anak asuhan Luis Milla sukses menggulung tuan rumah dengan 3 gol tanpa balas. Ezra Willian dkk berhasil bermain dengan percaya diri yang tinggi.
Babak pertama Indonesia berhasil menggempur pertahanan Singapura sejak menit awal, tetapi lini serang yang dimotori Saddil Ramdhani kesulitan mengalirkan bola ke arah Ezra Willian. Barulah pada menit 18 Febri Haryadi membuat tendangan jarak jauh yang membuat kiper Singapura harus kerepotan, namun aksi punggawa Persib Bandung ini belum membuahkan hasil. 7 menit berselang tepatnya pada menit ke 25, penyerang timnas Ezra Willian berhasi menciptakan peluang, namun keperkasaan gawang tuan rumah belum bisa juga ditembus skuat garuda muda. Jelang babak pertama usai, kini giliran lagi-lagi Febri Haryadi yang membuat sepakan jarak jauh dan tidak bisa di bendung, akhirnya skor 0-1 berhasil diamankan Ezra Willian dkk.


Memasuki babak kedua permainan skuat asuhan Luis Milla kian menggila. Duet antara Hargianto dan Zulfiandi semakin membuat skuat garuda lebih menguasai pertandingan. Menit ke 51 hargianto mencatatkan namanya di papan skor lewat assist dari Febri Haryadi, skor berubah menjadi 0-2. Skor 0-2 membuat garuda muda semakin berani.

Pelatih mantan skuat Real Madid dan Barcelona ini berhasil membuat taktik jitu setelah memasukan Septian David Maulana menggantikan Osvaldo Haay. Terbukti Septian David Maulana juga mencatat namanya di papan skor, setelah mendapat umpan dari Febri Haryadi yang sebelumnya menunjukan kecepatan larinya dan memberikan umpan kepada Septian David Maulana. Skor sementara berubah menjadi 0-3, sejumlah peluang mampu diciptakan oleh Ilhan Udin maupun Gavin, namun tak ada tambhan gol sampai peluit kahir dibunyikan. Garuda Muda menang 0-3 dari tuan rumah Singapura U-23.

Ronaldo Sabet Pemain terbaik Portugal 2017.



Best soccer Player Of Portuguese 2017

Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo menyabet gelar individual kembali, gelar ini diterima yang tak lain dari negara asalnya Portugal sebagai pemain terbaik Portugal 2017. CR7 mengalahkan dua pesaing terdekatnya yitu Rui Patricio dan Pepe. Gelar ronaldo lengkap di tahun 2017 setelah Megabintang Real Madrid ini menyabet Ballon D’Or dan Pemain Terbaik dunia FIFA 2017.
                Tak lupa juga Ronaldo mengucapkan terima kasih kepada rekan setimnya baik di Negaranya maupun di Klub yang Ia bela, pasalnya gelar ini tidak mungkin ia dapat tanpa perjuangan rekan setumnya begitu timpal Ronaldo. Dia juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada empat anaknya seperti yang dikutip soccerway. Di musim ini Ronaldo kembali unjuk gigi setelah menorehkan gol-gol yang luar biasa memasuki awal tahun 2018, dengan mengemas 37 gol dari 35 pertandingan, ini merupakan rasio gol terbaik di 5 Liga top Eropa bahkan ia juga menjadi Topskor Eropa di musim ini.



Preview Arsenal vs Chelsea


Premiere League awal tahun 2018 diawali dengan sebuah laga derbi ditanah Inggris, yang berjuluk Derbi London, derbi ini akan mempertemukan  dua tim papan atas yaitu Chelsea FC dan Arsenal. Memasuki pekan  ke 22 musim ini laga ini diprediksikan berlangsung seru, pasalnya dua tim papan atas Premiere League menduduki peringkat yang tidak jauh berbeda, Chelsea menghuni peringkat 3 dengan raihan 45 point sementara Arsenal berada diperingkat 5 dengan raihan 38 point. Tentunya laga yang syarat akan gengsi siapa yang terbaik ditanah london ini akan sangat spesial bagi siapa saja memenangkan laga ini. Namun laga kali ini tentu sedikit berbeda usai musim ini kedua tim asal london ini tampil dibawah harapan. Jamuan Laga kali ini akan berlangsung di Emirates Stadium milik Arsenal.
Chelsea sejatinya telah menghuni peringkat 2 Premiere League sebelum dikudeta Manchester United yang menang 2-0 atas Everton dini hari tadi (2/1/18). Kini Pasukan Antonio Conte harus tertinggal 2 point atas Manchester United dan laga ini tentu harus dimenangkan Morata dkk jika ingin naik ke posisi 2 Premiere League. Selain untuk memastikan diri ke peringkat 2 klasemen, terbesit misi lain Antonio Conte, ia tentu tidak ingin dipermalukan seperti diajang FA Cup dan Community Shield awal musim ini dimana mereka dikalahkan The Gunners, dimana dua trofi tersebut berhasil dibawa pulang Mesut Ozil dkk. Aroma Balas dendam tentu masih terasa dalam laga derbi London kali ini.
Lalu bagimana dengan Arsenal..? dari 6 pertandingan yang dimainkan tercatat mereka hanya  membukukan 2 kali kemenangan, akhir pekan lalu juga berhasil ditahan imbang 1-1 West Bromwith Albion. Tekad meraih 3 point tentunya wajib untuk memastikan diri lolos 4 besar akhir musim.
Dari 6 pertandingan terakhir yang mempertemukan dua tim, keduanya sama kuat dimana 2 laga megantongi kemenangan serta 2 hasil imbang. Arsenal juga kalah tampil imperior di kandangnya dibandingkan Chelsea, dari 6 laga yang dimainkan Arsenal hanya meraih 1 kemenangan.
Arsenge Wenger kali ini dipusingkan dengan cedera pemain, dimana Santi Cazorla, Aaron Ramsey, Olivier Giroud, Sead Kolasinac, masih berkutat dengan cedera serta Nacho Monreal, Mesut Ozil, dan Laurent Koscielny, masih diragukan untuk tampil. Kondisi demikian membuat Wenger akan menurunkan formasi (3-4-2-1) Danny Welbeck dan Alexis Sanchez untuk menopang penyerang tengah Alexandre Lacazette serta sebagai pengatur serangan Granit Xhaka berkolaborasi dengan Jack Wilshere serta palang pintu akan dijaga kiper senior Petr Cech.
Sementara tim tamu akan tampil dengan kekuatan penuh dimana hanya tercatat 2 pemain yang tidak bisa tampil karena cedera yaitu David Luiz dan Charly Musonda. Kali ini Conte akan menurunkan Formasi (3-5-1-1) Eden Hazard menjadi penyerang bayangan dibelakang Alvaro Morata, sementara Marcos Alonso dan Davide Zappacosta serta posisi bek akan diisi  Antonio Rudiger, Andreas Christensen dan Cesar Azpilicueta.
Perkiraan Pemain :
Arsenal (Wenger)
Formasi  Cech; Mustafi, Mertesacker, Chambers; Maitland-Niles, Xhaka, Wilshere, Bellerin; Welbeck, Sanchez; Lacazette.
(3-5-1-1) Courtois ; Rudiger, Christensen, Azpilicueta ; Marcos Alonso, Kante, Bakayoko, Cesc Fabregas, Zappacosta; Eden Hazard; Alvaro Morata.



berikut Prediksi line up versi kami :

Arsenal Vs Liverpool Preview


Liga Inggris memasuki laga pekan ke 19 jelang libur natal. Duel kali ini beradu gengsi pasalnya jarang point kedua tim hanya berbeda 1, arsenal berada diperingkat 5 sementara liverpool berada diperingkat 4. Arsenal juga mempunyai ambisi untuk mengkudeta liverpool dari peringkat 4 klasemen Liga Inggris. Kedua tim tim tengah memburu kado natal yang terbaik bagi tim nya masing-masing.
Arsenal memiliki kondisi semangat yang tim yang tengah menggebu usai memastikan diri lolos ke fase semi final Piala Liga Inggris (Carabao Cup) beberapa hari lalu. Tim asal london ini berencana akan melanjutkan tren positifnya ke Liga Inggris, tentunya pasukan Arsene Wenger harus bekerja lebih keras dikandangnya karena lawan kali ini adalah liverpool yang mempunyai hasil tandang dengan margin 3 gol dalam 5 pertandingan tandang terakhir. Meriam London juga mempunyai catatan yang buruk ketika bertemu liverpool, dari 5 pertandingan sebanyak 3 kali kalah dan 2 kali imbang, sang professor pun sadar akan hal itu dan harus membuat ia harus berpikir lebih keras untuk menghentikan pemain seperti M. Salah, Countinho, dan Firimino yang akan merepotkan lini pertahanan “The Gunners”. "Saya yakin Liverpool memiliki penyerang-penyerang yang sangat bagus. Jadi, kami harus bagus secara keseluruhan di lini pertahanan," kata Wenger seperti dikutip situs resmi klub.
Lalu bagaimana dengan  kubu liverpool..? pasukan asuhan Jurgen Kloop tengah menikmati hasil positif, mereka tidak terkalahkan semenjak takluk 1-4 dari Totenham Hotspur di Premiere League 22 Oktober 2017 yang lalu. Namun Jurgen Klopp tak ingin jumawa dengan hasil tersebut, dan ingin tetap fokus melawan Arsenal seperti dikutip Liputan.com "Mereka bisa mengubah permainan dengan sekejap dan lebih banyak memainkan bola-bola panjang melawan kami. Jadi, kami harus mempertahankan permainan terbaik sebisa kami. Jika ada sedikit celah, maka kami akan memaksimalkannya," ucap Klopp. Pertemuan kali ini merupakan pertemuan ke 190 kedua tim diberbagai kompetisi.

Perkiraan Pemain
Manager : Arsene Wenger
Arsenal (4-3-3)
Petr Cech; Laurent Koscielny, Hector Bellerin, Sead Kolasinac, Nacho Monreal; Granit Xhaka, Jack Wilshere, Mesut Ozil; Alex Iwobi, Alexis Sanchez, Alexandre Lacazette
Manager : Jurgen Klopp
Liverpool (4-3-3)
Simon Mignolet; Ragnar Klavan, Andrew Robertson, Dejan Lovren, Joe Gomez; Georginio Wijnaldum, Phillipe Coutinho, Emre Can; Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino

Head to Head
Lima pertandingan terakhir Arsenal
20/12/2017 - Arsenal 1-0 West Ham United (Piala Liga Inggris (EFL Cup))
16/12/2017 - Arsenal 1-0 Newcastle United (England Premier League)
14/12/2017 - West Ham United 0-0 Arsenal (England Premier League)
10/12/2017 - Southampton 1-1 Arsenal (England Premier League)
8/12/2017 - Arsenal 6-0 BATE Borisov (Europa League)

Lima pertandingan terakhir Liverpool
17/12/2017 - AFC Bournemouth 0-4 Liverpool (England Premier League)
14/12/2017 - Liverpool 0-0 West Bromwich Albion (England Premier League)
10/12/2017 Liverpool 1-1 Everton (England Premier League)
7/12/2017 - Liverpool 7-0 Spartak Moskow (Champions League)
2/12/2017 - Brighton & Hove Albion 1-5 Liverpool (England  Premier League)

Review Bristol City vs Manchester United EFL Cup


Bertandang ke Ashton Gate Stadium pasukan Jose Mourinho tampil dengan formasi menyerang yaitu 4-3-3 dan tuan rumah Bristol City dengan formasi bertahannya 4-4-1-1. Didepan publiknya sendiri Bristol tampil lebih percaya diri, namun belum ada gol tercipta hingga paruh pertama usai.

Memasuki babak kedua dengan penguasaan bola yang tidak terlalu jauh dengan Manchester United kubu The Robins (sebutan untuk Bristol City) justru menggetarkan jala gawang Romero lewat pemain sayap Joe Bryan pada menit 51 setelah mendapat umpan matang dari M. Pack. Namun keunggulan tim tuan rumah berlangsung lama, 7 menit berselang tepatnya menit 58 juru gedor Zlatan Imbrahimovic menjebol gawang Bristol City yang dikawal L. Steele, dan Skor menjadi 1-1.
Mourinho kembali memperkuat lini serangnya dengan mengganti D. Blind pada menit 61 dengan Lukaku namun belum membuahkan hasil. Menit 69 Imbraimovic digantikan Henrick Mktharyan, dan kubu Tuan rumah juga melalukan pergantian pemain bertahannya yaitu bek kanan Mat Taylor digantikan H. Magnusson. Menit ke 74 Bristol kembali melakukan pergantian pemain yaitu Josh Brownhil (RM) digantikan Niclas Eliasson.

Pertandingan berjalan rumit, kubu tuan rumah kembali mengejutkan publik dengan gol Korey Smith lewat umpan matang M. Taylor pada menit 90+3 dan skor berubah 2-1. Hingga pluit akhir dibunyikan tidak ada gol tercipta, hal ini membuat Bristol berhasil lolos ke semifinal setelah Chelsea, Manchester City, dan Arsenal. Sebagai catatan Bristol satu-satunya tim non-liga premiere di ajang semifinal nantinya.



Review Chelsea vs AFC Bournemouth


Lanjutan piala liga inggris mempertemukan Chelsea dan Bournemouth di Stamford Bridge. Chelsea menurunkan formasi 3-4-3 andalan entrenador Antonio Conte, formasi tersebut berbuah gol lewat pemain sayap Willian Borges da Silva atau yang akrab dipanggil Willian. Gol willian tercipta pada menit ke 13 lewat umpan matang gelandang Cesc Fabregas yang berhasil lolos jebakan offside dan memberi umpan ke sisi kananya, dan dikoversi menjadi gol oleh willian skor 1-0. Tim tamu harus kehilangan juru gedor lini serang mereka Jermain Defoe pada menit ke 17 dan harus digantikan Jordon Ibe. Chelsea nyaris menggandakan kedudukan pada menit ke 28 lewat Mitchy Batsuayi namun tendangannya masih dalam dihadang pemain belakang Bournemouth. Tak ada gol tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua kedua tim jual adu serangan. Kepiawaian Jordon Ibe yang melewati dua pemain belakang Chelsea, hampir berbuah gol di menit 59 andai saja assistnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Mousset yang melambung jauh diatas mistar gawang. Pergantian pemain terus dilakukan kedua tim, menjelang babak kedua usai tim tamu membuat kejutan lagi-lagi dilakukan oleh Jordon Ibe yang memberikan assist kepada rekannya Dan Gosling Pada menit 90. Usai mencetak gol Dan Gosling membuat kesalahan hingga ia harus diganjar kartu kuning menit ke 90+1 skor menjadi 1-1. Chelsea hampir saja imbang andai saja mereka tak memiliki Alvaro Morata, meneruskan crossing Eden Hazard yang memanfaatkan bola Freekick akibat pelanggaran Dan Gosling. Skor berubah 2-1 menit ke 90+3. Dengan hasil ini pasukan Antonio Conte dipastikan melaju ke babak semifinal menyusul Arsenal dan Manchester City. Sementara dipartai lain kubu The Reds harus menyerah dari Tim tuan rumah Bristol City dengan Skor 2-1.

Starting Line Up :
Chelsea (3-4-3)
Caballero; Cahill (c), Ampadu, Rudiger; Kenedy, Fabregas, Drinkwater, Zappacosta; Pedro, Batshuayi, Willian.
Cadangan : Eduardo, Clarke-Salter, Sterling, Bakayoko, Hazard, Hudson-Odoi, Morata
AFC Bournemouth (4-5-1)
Boruc ; Simpson, S.Cook, Francis, A.Smith ; Fraser, Gosling, Surman, Arter, Mousset ; Defoe
Cadangan : Ramsdale, Ake, L.Cook, Hyndman, Ibe, Pugh, Wilson

Berikut cuplikan singkatnya:



Prediksi Bristol City vs Manchester United (EFL Cup)

Piala Liga Inggris (EFL Cup) kembali bergulir hari ini, Manchester akan di jamu Bristol City pada dini hari nanti. Kubu the Read lebih diunggulkan dalam laga ini kali ini, kendati demikian MU tentu tidak akan mudah laga kali ini pasalnya Bristol City akan didukung fansnya lebih banyak ketimbang MU. Sebagai tuan rumah tentunya mereka akan mendukung tim kesayangan di Asthon Gate, Manager Lee Johnson bakal beradu taktik dengan sosok yang telah menginspirasinya Jose Mourinho, kepada BBC Sport mengatakan dia senang bertemu dengan sosok Mou, seperti berikut ini "Alangkah baiknya bisa bertemu dengannya, mengobrol dengannya, dan mencoba menguras isi kepalanya," ujarnya.

Head to Head
Mou memberi sinyal akan menurunkan Mkhitaryan yang belakangan ini jarang  mendapat kesempatan bermain. Sementara ia juga bakal menurunkan (Juan) Mata, Marcus (Rashford), (Jesse) Lingard, atau (Anthony) Martial, dan (Romelu) Lukaku, tetapi Lukaku kemungkinan akan duduk dibangku cadangan dan tempatnya akan diisi Zlatan Imbrahimovic setelah ia pulih dari cedera lutut. Dilini belakang Mou kemungkinan akan menurunkan beberapa pemain pelapisnya seperti  Sergio Romero, Daley Blind, Matteo Darmian, Scott McTominay, dan Axel Tuanzebe, yang berpeluang turun sebagai starter karena padatnya jadwal The Reds.
Dikubu tuan rumah Bristol City tengah mendapat hasil positif di 4 laga terakhir, dengan mencatat empat kemenangan beruntun. The Robins menempati klasemen 3 dalam divisi dua (Championship).

Berikut Prediksi Susunan pemain kedua tim :
Manager : Lee Jonhson
Bristol City (formasi : 4-4-1-1)
Frank Fielding (GK); Aden Flint, Bailey Wright, Hordur Magnusson, Nathan Baker, ; Josh Brownhill, Marlon Pack, Korey Smith, Joe Bryan; Jamie Paterson, Bobby Reid.
Manager : Jose Mourinho
Manchester United (4-2-3-1):
Romero (GK) ; Matteo Darmian, Victor Lindelof, Smalling, Daley Blind; Paul Pogba, Scott McTominay; Juan Mata, Jesse Lingard, Henrikh Mkhitaryan; Zlatan Ibrahimovic.



Review Leicester City vs Manchester City (EFL Cup)

Skor Leicester City vs Manchester City
Drama adu Penalti mewarnai laga antara Leicester City vs Manchester City. Keangkeran King Power stadium milik Leicester ternyata tak cukup untuk menghentikan dominasi Manchester City di tanah inggris termasuk di Piala Liga.

Pasukan The Citizens mendominasi laga inipada babak pertama dan mencatat statistik penguasaan bola 58 persen, dominasi ini berbuah gol pada menit ke 26 melalui Bernardo Silva, yang berhasil melesatkan bola dari area kotak penalti lewat assist Ilkay Gundogan.

Paruh kedua usai turun minum pasukan Leicester mendominasi laga, terlihat mereka mempunyai 5 tembakan berbanding 1 dengan tim tamu. Taktik pelatih Leicester berhasil mengubah skor 1-1 menjelang laga usai 8 menit lewat Jammie Vardy melalui titik putih, usai Demarai Gray dilanggar bek kanan Manchester City Kyle Walker. Penyerang Timnas Inggris ini sukses menjalankan tugasnya.


Hingga babak kedua usai skor masih imbang 1-1, dan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit. Hingga perpanjangan waktu usai tak ada gol tercipta dan penentuan pemenang laga harus dilakukan melalui penalti. 

Kubu Manchester City beruntung karena 4 pemain yaitu Yaya Toure, Ilkay Guendogan, , Gabriel Jesus dan Lukas Nmecha berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara Kubu Tuan Rumah tiga pemain lain sukses menjalankan tugas yaitu Christian Fuchs,  Vicente Iborra, dan Harry Maguire dan dua pemain andalan mereka Riyad Mahrez serta striker Jammie Vardy ditepis dan tembakannya melebar. Dengan adu Penalti ini The Citizens melangkah ke semifinal menyusul Arsenal yang telah memastikan diri lolos melawan West Ham United dengan Skor (1-0). 

Review Arsenal vs West Ham United (EFL Cup)

sumber : (http://batam.tribunnews.com/2017/12/20/arsenal-vs-west-ham-united-gol-tunggal-danny-welbeck-antar-arsenal-ke-semifinal-piala-liga)

Arsenal memastikan diri lolos ke semifinal Piala Liga Inggis atau Carabao Cup usai mengalahkan West Ham United di Emirates Stadium. The Gunners memang mendominasi dalam laga ini, terlihat dengan penguasaan bola mencapai 67%, walaupun demikian hanya ujung tombak mereka masih belum menemui sasaran, kebuntuan terpecahkan jelang turun minum babak pertama pada menit ke 42 melalui Danny Welbeck.

Arsenal menguasai 67 persen bola, dan mempunyai 8 kali kesempatan mencetak gol dan hanya satu tepat sasaran yaitu tendangan Danny  Welbeck. Dikubu West Ham United juga tak kalah kesulitan, sepanjang 90 menit mereka hanya mempunyai 1 kesempatan itupun tidak tepat sasaran.

Berbekal kemenangan ini Arsenal dipastikan menuju semifinal dan pasukan The Gunners masih menunggu lawan. Bagaimana menurut anda siapa lawan yang tepat untuk mereka..?

Preview Arsenal Vs West Ham United (EFL CUP)

Sumber : Bola.com

Arsenal akan menjamu West Ham United pada lanjutan perempat final Piala Liga Inggris (EFL Cup), kubu The Gunners dipastikan tidak akan diperkuat Aoron Ramsey karena cedera, namun hal itu tidak akan memusingkan sang manager Arsene Wenger Ia masih bisa memasang Jack Wilshere yang belakangan tampil cukup meyakinkan. Sementara Bek sentral Mustafi sudah bisa diturunkan walaupun  belum bisa dipastikan akan diturunkan atau tidak. Dibagian lini depan wenger juga akan mempunyai banyak opsi setelah winger lincah Theo Walcot dipastikan dapat tampil.

Lalu bagaimana dengan kubu “The Hammers”..? Piala Liga dipastikan tidak akan menjadi fokus Moyes dan skuatnya setelah mereka tampil tidak konsisten di Liga Inggris. West Ham United akan berfokus dengan liga, pasalnya mereka masih terlalu beresiko dengan zone degradasi. Moyes kemungkinan akan menurunkan skuat pelapisnya dan menyimpan skuat inti dibangku cadangan.

Head To Head

Walaupun demikian Arsenal pernah ditahan imbang West Ham pada Premiere League 13 desember silam. The Gunners tetap diunggulkan dalam laga kali ini pasalnya dalam 136 pertemuan, mereka menang 62 kali, 40 kali imbang, dan West Ham hanya mengantongi 34 kemenangan.


Siaran langsung Arsenal vs West Ham pada Rabu 20 desember 2017 pukul 2.45 Wib, dapat disaksikan pada Bein Sport.